Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini







Kamis, 11 April 2019

KEPALA BNNP SUMBAR LANTIK PEJABAT BARU BIDANG REHABILITASI

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pengawas pada BNNP sumbar yang dilaksanakan di Aula Lantai II Gedung Kantor BNNP Sumatera Barat, pada acara yang dihadiri oleh seluruh personel BNN Provinsi, dan BNN Kab/Kota Brigjen Pol Drs. Khasril selaku melantik sdri Mailisafitri, S.K.M sebagai Kepala Seksi Pasarehabilitasi Bidang Rehabilitasi BNNP Sumbar.Pada sambutannya kepala BNNP Sumbar menyampaikan pejabat yang dilantik harus bersikap inovatif, antisipatif, kreatif, dan proaktif dalam melaksanakan tugas sehingga semua tantangan yang ada akan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Beliau juga menyampaikan khusus bagi pejabat yang dilantik kepala seksi pascarehabilitasi, berhasil atau tidaknya program pascarehab salah satu indikatornya adalah tidak ada klien yang relaps atau kembali melakukan penyalahgunaan narkoba. hal ini sangat tergantung pada kinerja di jajarannya dan program-program yang dijalankan.Pada akhir sambuannya Drs Khasril menyampaikan keberhasilan sangat ditentukan oleh kinerja para pejabatnya. oleh karena itu, saya minta adanya kerjasama yang solid, sinergis, dan tanggungjawab moral yang tinggi atas kepercayaan yang diberikan. insya allah dengan upaya yang sungguh-sungguh, ikhlas dan sabar atas segala kendala yang ada serta selalu bersyukur, maka kinerja yang baik dapat dicapai.(humas)#stopnarkoba #humasbnnpsumbar


Senin, 10 Desember 2018

BNNP SUMBAR MoU DENGAN PT PELINDO II TELUK BAYUR

Pelindo II Cabang Teluk Bayur melaksanakan penandatanganan kesepakatan kerja sama (PKS) dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat (Sumbar) dalam rangka memastikan Teluk Bayur bebas narkoba. GM Pelindo II Armen Amir mengatakan, sebanyak 296 orang karyawan organik dan non organik melakukan tes urine untuk mencek apakah ada diantara mereka yang menggunakan narkoba.Dijelaskannya, ada empat poin yang ditekankan dalam kegiatan tersebut yakni memastikan semua pegawai dan karyawan organik dan non organik bebas dari Narkoba. Mamastikan tempat yang ada di pelabuhan Teluk Bayur tidak digunakan sebagai tempat penyalahgunaan narkoba.Memastikan manajemen pelabuhan Teluk Bayur Bangkit terlibat dalam pemberantasan narkoba. Terakhir, mamastikan masyarakat di sekitar pelabuhan Teluk Bayur bebas narkoba. "Saya ingin Teluk Bayur Bangkit ini bersih dari semua bentuk narkoba. Kemudian kepala BNN Sumbar ini adalah sahabat saya, kami ingin mengabadikan secara bersama dengan cara tes urin ini," jelasnya, Senin, 10 Desember 2018.Jika dari hasil tes urine tersebut ada yang positif menggunakan narkoba maka akan diberikan tindakan sesuai dengan aturan di Pelindo II. Namun, akan dipastikan dulu apakah mereka hanya sekedar pemakai atau sampai kepada pengedar. "Sanksi mulai dari ringan, sedang hingga berat berupa pemberhentian dari Pelindo terhadap karyawan yang bersangkutan," tegas Armen.Sementara Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat Brigjen Pol Khasril Arifin Chaniago mengatakan, BNN merupakan lembaga yang komplit dalam penanganan narkotika, mulai dari pencegahan, pembertasan dan rehabilitasi. "Sebelumnya ada MoU antara BNN Pusat dengan Pelindo II, kemudian ditingkat daerah kami tindaklanjuti dengan penandatanganan kerja sama bersama Pelindo II Cabang Teluk Bayur," jelasnya.Disampaikannya, Indonesia sudah darurat narkotika bahkan sudah masuk ke Nagari, untuk itu semua instansi pemerintah perlu dilakukan tes urine. Khusus daerah Sumbar merupakan jalur merah pergerakan barang haram tersebut seperti ganja masuk dari Aceh, kemudian jenis lainnya ada yang masuk dari Medan, Bengkulu dan Jambi. "Jalur laut seperti pelabuhan masih belum begitu banyak, paling ketangkapnya di Bakauheni Lampung. Walaupun demikian tes urine di Teluk Bayur tetap dilaksanakan," ujarnyasumber : klikpositif (Joni Abdul Kasir)





Terkini



Selasa, 21 Januari 2020

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA BNNK SAWAHLUNTO DAN KAB. SOLOK

BNNP Sumbar melaksanakan acara pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, serta serah terima jabatan Kepala BNN Kota Sawahlunto dari Pejabat Lama Drs. Guspriadi, MM kepada Pejabat Baru AKBP Erlis, SE, MH dan Kepala BNN Kab. Solok dari Pejabat Lama Azizzurahman, S.Sos kepada Pejabat Baru AKBP Saifuddin Anshori, S.IK. Pelantikan ini dilakukan dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta pembinaan karier.[caption id="attachment_670" align="alignnone" width="1024"] Serah terima jabatan kepala BNNK Solok dan Sawahlunto[/caption]Acara dipimpin oleh Inspektur Upacara Kepala BNNP Sumbar Drs. Khasril Arifin, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala BNN RI serta pengambilan sumpah jabatan. Bertindak sebagai saksi Sarminal, SH ( Ka. BNNK Payakumbuh ) dan Drs. Kusriyanto (Kabid P2M). Kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda jabatan kepada pejabat yang baru dilantik.Kepala BNNP Sumbar dalam sambutannya mengatakan berterima kasih kepada Pejabat Lama yang telah banyak menyelesaikan tugas yang diberikan serta selamat bergabung kepada Pejabat yang dilantik. Selain itu, beliau menyampaikan sebagai pemimpin daerah harus selalu berinovasi dengan ide-ide kreatif dalam memimpin serta bisa bekerja sama dengan unsur pemerintah, TNI/Polri, Swasta dan Komponen Masyarakat guna melaksanakan program P4GN.Acara diakhiri dengan pembacaan doa dan dilanjutkan foto bersama dan ucapan selamat.[caption id="attachment_672" align="alignnone" width="1024"] pengambilan sumpah jabatan kepala BNNK Solok dan Sawahlunto[/caption]HUMAS BNN PROV SUMATERA BARAT Instagram : @infobnn_prov_sumaterabarat Twitter : @infobnnp_sumbar Facebook Fan Page : @humasbnnprovinsisumbar Youtube : BNN Provinsi Sumatera Barat


Selasa, 31 Desember 2019

PRESS RELEASE AKHIR TAHUN 2019

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Press Release Akhir Tahun pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Sumatera Barat, pada kegiatan ini Kepala BNN Prov Sumatera Barat Brigjen Pol Drs. Khasril menyampaikan tema "Jadikan Narkoba Musuh Bersama" dikarenakan setiap kegiatan pemberantasan narkoba memerlukan keterlibatan semua pihak sesuai dengan konsep collaborative governance sehingga tercipta lingkungan Provinsi Sumatera Barat bersih dari Narkoba.Dalam rangka menekan supply reduction, Bidang Pemberantasan BNNP Sumatera Barat bersama Polri, TNI, Bea Cukai dan Imigrasi di tahun 2019 telah berhasil mengungkap sebanyak 31 kasus narkotika dengan sejumlah barang bukti yaitu narkotika jenis ganja dengan total sebesar 332,67 Kg, Sabu seberat 2,59 Kg, Ekstasi sebanyak 31 butir yang disita dari para tersangka. Adapun tersangka kasus narkotika yang berhasil ditangkap BNNP Sumatera Barat di tahun 2019 sebanyak 46 orang pelaku. Di samping itu tahun 2019 BNNP Sumatera Barat berhasil memetakan 15 jaringan sindikat narkotika, sebanyak 10 jaringan sindikat narkotika telah berhasil diungkap BNNP Sumatera Barat.BNN juga memberikan sanksi yang lebih berat lagi melalui Upaya Pemiskinan para Bandar narkotika dengan melakukan penyitaan aset dan harta yang dimilikinya dengan penerapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dimana di tahun 2019 BNNP Sumbar telah berhasil mengungkap 1 kasus dan menangkap 1 pelaku serta menyita aset bandar narkotika tersebut senilai Rp 5 Miliar berupa uang dalam rekening, kendaraan dan properti.Dalam melaksanakan demand reduction, BNN Provinsi Sumatera Barat melalui Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat telah melaksanakan berbagai terobosan dan inovasi, antara lain Program Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (Bang Wawan) yang fokusnya melibatkan semua pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat, membentuk 316 orang Relawan Anti Narkoba melalui kegiatan Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba, dan Sebaran informasi P4GN yang dilaksanakan BNN Provinsi Sumbar di tahun 2019 mencapai 2.219.810 orang, serta Telah membentuk dan membekali penggiat anti narkoba sebanyak 299 orang sepanjang tahun 2019 dan juga Telah terbentuk TPPN ( Tim Penanggulangan Penyalahguna Narkoba ) di STMIK Indonesia Padang dan Universitas Bung Hatta, memberikan fasilitasi dan pelatihan life skill kerajinan dari limbah kerang dan mendirikan rumah rehabilitasi berbasis komponen masyarakat di kawasan rawan narkoba yang didukung oleh bantuan dana Corporate Social Responsibility ( CSR ) Badan Usaha Milik Negara dan terakhir BNNP Sumbar bekerjasama dengan seluruh stakeholder terkait dengan melaksanakan screening atau pemeriksaan sampel urin sebanyak 4.708 sampel di sepanjang tahun 2019.BNN Prov Sumbar juga melaksanakan Rehabilitasi yang bertujuan untuk mewujudkan kepulihan dari ketergantungan narkotika dan mengembalikan keberfungsian sosial pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di masyarakat. Pada tahun 2019, BNNP Sumatera Barat telah menyelenggarakan layanan rehabilitasi terhadap 289 orang dengan layanan rehabilitasi rawat jalan.Dari jumlah tersebut yang mengikuti layanan pascarehabilitasi tercapai sebanyak 100 orang yang terdiri dari layanan pascarehabilitasi regular 60 orang dan layanan pascarehabilitasi intensif sebanyak 40 orang. Klien diantaranya berasal dari rehabilitasi dari Klinik pratama BNNP Sumbar, Balai besar Lido, Yayasan Ranah Mandeh Painan, dan dari layanan Skrining Intervensi layanan (SIL). Loka Rehabilitasi Batam, Balai Besar Lido Bogor, Klinik Pratama BNNP Sumbar, Yayasan Gempa Payakumbuh, Yayasan Ranah Mandeh Painan, Yayasan Siklus Pekanbaru, Yayasan NPJ Bukittinggi, Napza Riau, Lapas Padang, BNNK Solok, HB saanin. Download press release Akhir Tahun 2019 BNN Provinsi Sumatera Barat di sini #STOPNARKOBA 


Selasa, 31 Desember 2019

PRESS RELEASE AKHIR TAHUN 2019

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Press Release Akhir Tahun pelaksanaan Program Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Sumatera Barat, pada kegiatan ini Kepala BNN Prov Sumatera Barat Brigjen Pol Drs. Khasril menyampaikan tema "Jadikan Narkoba Musuh Bersama" dikarenakan setiap kegiatan pemberantasan narkoba memerlukan keterlibatan semua pihak sesuai dengan konsep collaborative governance sehingga tercipta lingkungan Provinsi Sumatera Barat bersih dari Narkoba.Dalam rangka menekan supply reduction, Bidang Pemberantasan BNNP Sumatera Barat bersama Polri, TNI, Bea Cukai dan Imigrasi di tahun 2019 telah berhasil mengungkap sebanyak 31 kasus narkotika dengan sejumlah barang bukti yaitu narkotika jenis ganja dengan total sebesar 332,67 Kg, Sabu seberat 2,59 Kg, Ekstasi sebanyak 31 butir yang disita dari para tersangka. Adapun tersangka kasus narkotika yang berhasil ditangkap BNNP Sumatera Barat di tahun 2019 sebanyak 46 orang pelaku. Di samping itu tahun 2019 BNNP Sumatera Barat berhasil memetakan 15 jaringan sindikat narkotika, sebanyak 10 jaringan sindikat narkotika telah berhasil diungkap BNNP Sumatera Barat.BNN juga memberikan sanksi yang lebih berat lagi melalui Upaya Pemiskinan para Bandar narkotika dengan melakukan penyitaan aset dan harta yang dimilikinya dengan penerapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dimana di tahun 2019 BNNP Sumbar telah berhasil mengungkap 1 kasus dan menangkap 1 pelaku serta menyita aset bandar narkotika tersebut senilai Rp 5 Miliar berupa uang dalam rekening, kendaraan dan properti.Dalam melaksanakan demand reduction, BNN Provinsi Sumatera Barat melalui Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat telah melaksanakan berbagai terobosan dan inovasi, antara lain Program Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba (Bang Wawan) yang fokusnya melibatkan semua pemangku kepentingan baik pemerintah, swasta, pendidikan dan masyarakat, membentuk 316 orang Relawan Anti Narkoba melalui kegiatan Asistensi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba, dan Sebaran informasi P4GN yang dilaksanakan BNN Provinsi Sumbar di tahun 2019 mencapai 2.219.810 orang, serta Telah membentuk dan membekali penggiat anti narkoba sebanyak 299 orang sepanjang tahun 2019 dan juga Telah terbentuk TPPN ( Tim Penanggulangan Penyalahguna Narkoba ) di STMIK Indonesia Padang dan Universitas Bung Hatta, memberikan fasilitasi dan pelatihan life skill kerajinan dari limbah kerang dan mendirikan rumah rehabilitasi berbasis komponen masyarakat di kawasan rawan narkoba yang didukung oleh bantuan dana Corporate Social Responsibility ( CSR ) Badan Usaha Milik Negara dan terakhir BNNP Sumbar bekerjasama dengan seluruh stakeholder terkait dengan melaksanakan screening atau pemeriksaan sampel urin sebanyak 4.708 sampel di sepanjang tahun 2019.BNN Prov Sumbar juga melaksanakan Rehabilitasi yang bertujuan untuk mewujudkan kepulihan dari ketergantungan narkotika dan mengembalikan keberfungsian sosial pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika di masyarakat. Pada tahun 2019, BNNP Sumatera Barat telah menyelenggarakan layanan rehabilitasi terhadap 289 orang dengan layanan rehabilitasi rawat jalan.Dari jumlah tersebut yang mengikuti layanan pascarehabilitasi tercapai sebanyak 100 orang yang terdiri dari layanan pascarehabilitasi regular 60 orang dan layanan pascarehabilitasi intensif sebanyak 40 orang. Klien diantaranya berasal dari rehabilitasi dari Klinik pratama BNNP Sumbar, Balai besar Lido, Yayasan Ranah Mandeh Painan, dan dari layanan Skrining Intervensi layanan (SIL). Loka Rehabilitasi Batam, Balai Besar Lido Bogor, Klinik Pratama BNNP Sumbar, Yayasan Gempa Payakumbuh, Yayasan Ranah Mandeh Painan, Yayasan Siklus Pekanbaru, Yayasan NPJ Bukittinggi, Napza Riau, Lapas Padang, BNNK Solok, HB saanin. Download press release Akhir Tahun 2019 BNN Provinsi Sumatera Barat di sini #STOPNARKOBA 


Selasa, 21 Januari 2020

SERAH TERIMA JABATAN KEPALA BNNK SAWAHLUNTO DAN KAB. SOLOK

BNNP Sumbar melaksanakan acara pelantikan, pengambilan sumpah jabatan, serta serah terima jabatan Kepala BNN Kota Sawahlunto dari Pejabat Lama Drs. Guspriadi, MM kepada Pejabat Baru AKBP Erlis, SE, MH dan Kepala BNN Kab. Solok dari Pejabat Lama Azizzurahman, S.Sos kepada Pejabat Baru AKBP Saifuddin Anshori, S.IK. Pelantikan ini dilakukan dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta pembinaan karier.[caption id="attachment_670" align="alignnone" width="1024"] Serah terima jabatan kepala BNNK Solok dan Sawahlunto[/caption]Acara dipimpin oleh Inspektur Upacara Kepala BNNP Sumbar Drs. Khasril Arifin, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala BNN RI serta pengambilan sumpah jabatan. Bertindak sebagai saksi Sarminal, SH ( Ka. BNNK Payakumbuh ) dan Drs. Kusriyanto (Kabid P2M). Kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda jabatan kepada pejabat yang baru dilantik.Kepala BNNP Sumbar dalam sambutannya mengatakan berterima kasih kepada Pejabat Lama yang telah banyak menyelesaikan tugas yang diberikan serta selamat bergabung kepada Pejabat yang dilantik. Selain itu, beliau menyampaikan sebagai pemimpin daerah harus selalu berinovasi dengan ide-ide kreatif dalam memimpin serta bisa bekerja sama dengan unsur pemerintah, TNI/Polri, Swasta dan Komponen Masyarakat guna melaksanakan program P4GN.Acara diakhiri dengan pembacaan doa dan dilanjutkan foto bersama dan ucapan selamat.[caption id="attachment_672" align="alignnone" width="1024"] pengambilan sumpah jabatan kepala BNNK Solok dan Sawahlunto[/caption]HUMAS BNN PROV SUMATERA BARAT Instagram : @infobnn_prov_sumaterabarat Twitter : @infobnnp_sumbar Facebook Fan Page : @humasbnnprovinsisumbar Youtube : BNN Provinsi Sumatera Barat



Minggu, 24 November 2019

SEHAT FISIK DAN PSIKIS DENGAN MEDITASI

Sebagian orang berpendapat bahwa meditasi adalah aktivitas yang menjenuhkan. Posisi duduk sila sambil mengatur pernapasan dan fokus pikiran dianggap tidak mudah. Dibutuhkan konsentrasi penuh, ketenangan dan ruangan yang kondusif untuk melakukannya. Padahal kegiatan ini dapat dilakukan tanpa biaya atau peralatan khusus sehingga memudahkan siapapun untuk melakukannya. Berikut ini manfaat meditasi yang perlu diketahui:
Meredakan StressBanyaknya beban pikiran dan persoalan yang belum dapat terselesaikan terkadang membuat seseorang menjadi stres. Dalam keadaan seperti ini, meditasi sangatlah berguna. Para peneliti menemukan bahwa semua peserta yang berlatih meditasi lebih tenang dan tidak stres dibandingkan dengan orang yang tidak bermeditasi (kutipan dari hellosehat.com). Dengan meditasi seseorang akan mendapatkan ketenangan karena mereka mampu mengontrol emosinya.Kesehatan JantungSalah satu tahapan meditasi ialah mengatur pernafasan. Tahap ini mampu mengontrol tekanan darah sebab oksigen yang dialirkan ke seluruh bagian tubuh melalui darah menjadi lebih lancar. Hal ini juga menurunkan resiko penyakit jantung.Meregangkan OtotDengan posisi duduk yang tegap sembari mengatur nafas, meditasi dipercaya dapat merilekskan otot-otot yang kaku, khususnya bagian tulang belakang yang sering membawa beban berat atau duduk terlalu lama selama bekerja. Posisi ini membantu meregangkan sendi-sendi yang kaku sehingga tubuh menjadi lebih sehat.Menghindarkan Diri dari Kebiasaan BurukMelalui meditasi, seseorang diajarkan untuk mengatur konsentrasi dan membebaskan pikiran dari hal-hal negatif. Meditasi  dapat membantu mengalihkan diri dari kebiasaan buruk, misalnya, waktu yang semula terbuang sia-sia untuk kegiatan yang tidak bermanfaat seperti clubbing, atau menggunakan obat-obatan terlarang dapat dipergunakan untuk bermeditasi. Selain itu, pikiran pun akan terfokuskan pada tahapan meditasi lain seperti olah nafas dan rasa.Dari empat manfaat di atas, dapat dilihat bahwa meditasi tidak hanya berguna bagi kesehatan fisik tetapi juga psikis. Seseorang dapat merasakan manfaat meditasi apabila dilakukan dengan rutin dan teknik yang benar. Cobalah mengikuti kelas meditasi apabila belum dapat melakukannya sendiri dan ajak teman untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang positif. (asri)#cegahnarkoba #stopnarkoba


Minggu, 24 November 2019

SEHAT FISIK DAN PSIKIS DENGAN MEDITASI

Sebagian orang berpendapat bahwa meditasi adalah aktivitas yang menjenuhkan. Posisi duduk sila sambil mengatur pernapasan dan fokus pikiran dianggap tidak mudah. Dibutuhkan konsentrasi penuh, ketenangan dan ruangan yang kondusif untuk melakukannya. Padahal kegiatan ini dapat dilakukan tanpa biaya atau peralatan khusus sehingga memudahkan siapapun untuk melakukannya. Berikut ini manfaat meditasi yang perlu diketahui:
Meredakan StressBanyaknya beban pikiran dan persoalan yang belum dapat terselesaikan terkadang membuat seseorang menjadi stres. Dalam keadaan seperti ini, meditasi sangatlah berguna. Para peneliti menemukan bahwa semua peserta yang berlatih meditasi lebih tenang dan tidak stres dibandingkan dengan orang yang tidak bermeditasi (kutipan dari hellosehat.com). Dengan meditasi seseorang akan mendapatkan ketenangan karena mereka mampu mengontrol emosinya.Kesehatan JantungSalah satu tahapan meditasi ialah mengatur pernafasan. Tahap ini mampu mengontrol tekanan darah sebab oksigen yang dialirkan ke seluruh bagian tubuh melalui darah menjadi lebih lancar. Hal ini juga menurunkan resiko penyakit jantung.Meregangkan OtotDengan posisi duduk yang tegap sembari mengatur nafas, meditasi dipercaya dapat merilekskan otot-otot yang kaku, khususnya bagian tulang belakang yang sering membawa beban berat atau duduk terlalu lama selama bekerja. Posisi ini membantu meregangkan sendi-sendi yang kaku sehingga tubuh menjadi lebih sehat.Menghindarkan Diri dari Kebiasaan BurukMelalui meditasi, seseorang diajarkan untuk mengatur konsentrasi dan membebaskan pikiran dari hal-hal negatif. Meditasi  dapat membantu mengalihkan diri dari kebiasaan buruk, misalnya, waktu yang semula terbuang sia-sia untuk kegiatan yang tidak bermanfaat seperti clubbing, atau menggunakan obat-obatan terlarang dapat dipergunakan untuk bermeditasi. Selain itu, pikiran pun akan terfokuskan pada tahapan meditasi lain seperti olah nafas dan rasa.Dari empat manfaat di atas, dapat dilihat bahwa meditasi tidak hanya berguna bagi kesehatan fisik tetapi juga psikis. Seseorang dapat merasakan manfaat meditasi apabila dilakukan dengan rutin dan teknik yang benar. Cobalah mengikuti kelas meditasi apabila belum dapat melakukannya sendiri dan ajak teman untuk bersama-sama melakukan kegiatan yang positif. (asri)#cegahnarkoba #stopnarkoba


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP SUMATERA BARAT

76

Total Kasus Narkoba

105

Total Tersangka Kasus Narkoba

305

Total Pasien Penyalahgunaan

475

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

502,612

Jumlah Sebaran Informasi

Tautan Terkait