Sejarah

wallpaper-rumah-gadang-1-copy

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat (BNNP) merupakan Instansi Vertikal Badan Narkotika Nasional yang melaksanakan tugas, fungsi dan wewenang Badan Narkotika Nasional dalam wilayah Provinsi. BNNP dipimpin oleh Kepala yang bertanggungjawab kepada Kepala Badan Narkotika Nasional. Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2011 berdasarkan Peraturan Kepala BNN Nomor PER/4/V/2010/BNN tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. BNN Provinsi Sumatera Barat pertama kali dipimpin oleh Kombes Pol. Arnowo, SH.,M.Si yang diangkat berdasarkan Keputusan Kepala BNN Nomor KEP/60/V/2011/BNN tanggal 12 Mei 2011 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan BNN. Pada masa itu BNN Provinsi Sumatera Barat belum memiliki gedung kantor, sarana prasarana dan personil pelaksana kegiatan namun telah mendapat anggaran ±300 juta untuk pembelian kendaraan roda 4, komputer dan sarana prasarana kantor lainnya. Tahun 2012 BNN Provinsi Sumatera Barat menyewa bangunan untuk kantor di Jl. Beringin Raya No.21 Lolong Padang. Di awal tahun 2012 BNN Provinsi Sumatera Barat menerima personil dari PNS Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dengan status dipekerjakan sebanyak 8 personil yang diangkat dalam jabatan sebagai Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Pencegahan, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kasi Advokasi, Kasi Peranserta Masyarakat, Bendahara Pengeluaran dan 2 (dua) personil sebagai pejabat fungsional umum. Pertengahan tahun 2012 BNN Provinsi Sumatera Barat kembali menerima tambahan personil sebanyak 2 personil yang selanjutnya diangkat dalam jabatan Kasubbag Perencanaan dan Kasi Pemberdayaan Alternatif. Disamping personil tersebut, BNN Provinsi Sumatera Barat dalam melaksanakan kegiatan dibantu oleh tenaga kontrak. Selama 2 tahun tersebut BNN Provinsi Sumatera Barat belum melaksanakan kegiatan di Bidang Pemberantasan karena belum adanya personil yang berasal dari anggota polri selain Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat. Pada tahun ini total personil berjumlah 29 personil terdiri dari POLRI sebanyak 1 personil,

PNS Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebanyak 10 personil dan tenaga kontrak sebanyak 18 personil. Tahun 2013 terjadi pergantian pejabat Eselon III Kabid Pencegahan dan adanya penambahan personil baru dari Pemprov Sumatera Barat (DPK) yang selanjutnya diangkat sebagai Kasi Diseminasi Bidang Pencegahan. Tahun 2013 ini BNN Provinsi Sumatera Barat memperoleh sebanyak 6 personil PNS BNN dan 3 personil Bintara Polda Sumatera Barat sehingga personil di BNN Provinsi Sumatera Barat menjadi 38 personil yang terdiri dari PNS Pemprov sebanyak 12 personil, POLRI sebanyak 4 personil, pegawai BNN sebanyak 6 personil dan tenaga kontrak sebanyak 16 personil. Akhir tahun 2013 salah seorang personil DPK kembali menjadi pegawai Pemprov karena mengikuti tugas belajar. Tahun 2014 BNN Provinsi Sumatera Barat menerima personil baru sebanyak 2 personil PNS dan 2 personil dari Polri sehingga jumlah personil BNN Provinsi Sumatera Barat menjadi 40 personil terdiri dari Pemprov sebanyak 11 personil, POLRI sebanyak 6 personil, pegawai BNN sebanyak 8 personil dan pegawai kontrak sebanyak 15 personil. Dengan adanya penambahan personil dan peningkatan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan ruangan serta kenyamanan pelaksanaan tugas, BNN Provinsi Sumatera Barat menyewa gedung kantor baru di JI.Beringin Ujung Kav.19 Lolong, Padang. Tahun 2015 BNN Provinsi Sumatera Barat kembali menerima personil baru sebanyak 4 personil sehingga total personil di BNN Provinsi Sumatera Barat menjadi 50 personil terdiri dari pegawai Pemerintah Provinsi DPK sebanyak 11 personil, POLRI sebanyak 6 personil, pegawai BNN sebanyak 14 personil dan pegawai kontrak sebanyak 19 personil. Pada tahun 2015 ini terjadi pergantian Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat. Pada bulan September 2015 terjadi pergantian Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat dari Kombes Pol. Arnowo, SH.,M.Si kepada Mohammad Ali Azhar, SH.,M.Si. Selanjutnya bulan Oktober 2015, 3 personil POLRI yang bertugas di BNN Provinsi Sumatera Barat ditarik kembali ke Polda Sumatera Barat. Pada tahun ini juga terjadi perubahan struktur organisasi dan tata kerja untuk BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota, berdasarkan Peraturan Kepala Badan Narkotika Nasional Nomor 3 Tahun 2015 tentang Organisasi dan tata Kerja Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota. Tahun 2016 jumlah personil BNN Provinsi Sumatera Barat sebanyak 60 personil, terdiri dari PNS Pemerintah Provinsi sebanyak 12 personil, POLRI sebanyak 5 personil, pegawai BNN sebanyak 14 personil dan tenaga kontrak

sebanyak 29 personil (konselor, dokter, medis, satpam, pramubakti, petugas kebersihan dan sopir). Provinsi Sumatera Barat terdiri dari 19 Kabupaten/Kota dan sampai saat ini yang telah dibentuk menjadi Badan Vertikal ada 2 (dua) yaitu BNN Kota Payakumbuh tahun 2011 dan BNN Kota Sawahlunto tahun 2015.