BNN KABUPATEN PASAMAN BARAT RESMI TERBENTUK

0
419

Simpang Empat, Pasaman Barat – 12 Maret 2018. 

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Settama BNN Brigjen Pol Drs. Bambang Hastobroto Sudarmono, M.Si melantik pejabat Struktural di Lingkungan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pasaman Barat di Aula pertemuan Kantor Bupati Pasaman Barat, pada kegiatan ini selain di datangi langsung oleh Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Settama BNN juga dihadiri oleh Bupati Pasaman, Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Dandim, Kapolres, Ketua Pengadilan Negeri, Sekda Kabupaten, Kepala Kejaksaan Negeri, Wakil Bupati Pasaman Barat, Ketua Pengadilan Agama, Kepala BNNK Payakumbuh, Kepala BNNK Sawahlunto dan Kepala BNNK Solok serta OPD lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat.

Pada pelantikan Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Settama BNN pada sambutannya menyampaikan sampai saat ini di Indonesia Sudah terbentuk 34 Badan Narkotika Nasional Provinsi dan 173 Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota, dan pada hari ini (12/03/2018) serentak akan dilantik 21 Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota yang baru termasuk diantaranya BNNK Pasaman Barat yang mana merupakan BNN Kabupaten/Kota yang telah disetujui pembentukannya oleh Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tahun 2017 kemaren.

Pada Pelantikan kali ini Drs. Bambang Hastobroto Sudarmono, M.Si melantik 3 orang PNS Pemerintah Kab Pasaman Barat menjadi pejabat Struktural d Lingkungan BNNK Pasaman Barat, yaitu : 1. Irwan Effenry, AM, SH dilantik menjadi Kepala BNN Kabupaten Pasaman Barat 2. Gidion Gerhard Silitonga, SIP dilantik menjadi Kassubbag Umum BNN Kabupaten Pasaman Barat 3. Dewi Rosa Rianti, S.PSi dilantik menjadi Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kabupaten Pasaman Barat.

Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi Settama BNN menyampaikan agar Pejabat di liingkungan BNN Kabupaten Pasaman Barat agar selalu dapat menjaga Komunikasi dan Koordinasi dengan Pemerintah Daerah utuk dapat melaksanakan program Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Di Kabupaten Pasaman Barat, yang mana sampai saat ini peredaran Narkoba tersebut sudah sangat memprihatinkan, beliau menyampaikan hal ini disebabkan oleh faktor geografis Indonesia yang terbuka serta demografis yang sangat besar sehingga menjadikan Indonesia sebagai target pasar Narkoba yang sangat Potensial, termasuk wilayah Sumatera Barat.

Menurut data Penelitian BNN peredaran gelap narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja saja, namun sudah mulai mewabah pada kalangan anak-anak yang mana para bandar bertujuan untuk melakukan regenarasi pasar yang mana dibuktikan dengan jumlah prevalensi penyalah guna narkoba saat ini mencapai ± 5 juta orang. Dan data pada saat ini menunjukan bahwa pada setiap harinya rata-rata 33 orang meninggal dunia karena narkoba, hal ini tidak luput dari upaya bandar narkoba yang selalu mengganti modus operandi dan mengembangkan variasi jenis narkoba, sampai saat ini terdapat 71 jenis narkoba baru di indonesia, dan kerugian yang sudah ditimbulkan akibat penyalahgunaan narkoba sampai saat ini mencapai 63.1 trilyun rupiah.

Pada Akhir kata sambutannya Brigjen Pol Drs. Bambang Hastobroto Sudarmono, M.Si berpesan BNNK Pasaman Barat harus bisa mengatasi hal tersebut membangun upaya bersama baik dengan Instansi Pemerintah maupun Masyarakat agar selalu berperan aktif dalam mencegah Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

#STOPNARKOBA
#HUMASBNNP2018

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY