WORKSHOP PEMUDA PELOPOR ANTI NARKOBA

0
157

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sawahlunto mengadakan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba dengan Tema “Pemuda Pelopor Anti Narkoba”. Kegiatan yang dihadiri oleh 150 Siswa/i tingkat SLTP dan SLTA se-Kota Sawahlunto ini bertujuan untuk mengajak Guru dan Siswa sadar tentang Bahaya Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba yang mengancam Generasi Muda di Kota Sawahlunto, seperti halnya yang diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat Bapak BrigjenPol Bambang Heru Wismoyo,SH “terdapat 8 ancaman Generasi Muda saat ini yaitu Narkoba, pergaulan bebas, pornografi, minuman keras, kekerasan dan tidak adanya kepedulian terhadap lingkungan, hal tersebut yang harus diatasi secara bersama terutama permasalahan Narkoba”. Berdasarkan data Polda Sumbar di Kota Sawahlunto  pada tahun 2015 terdapat 7 Kasus Narkoba dengan 7 Tersangka sedangkan tahun 2016 meningkat menjadi 15 Kasus dan 19 Tersangka. Selain data kasus tersebut Kepala BNNP SUMBAR juga mengungkapkan hasil penelitian BNN dan Pusat Kesehatan  UI yang menunjukan di 69% dari jumlah pelajar di Sumatera Barat pernah menyalahgunakan Narkoba pada tahun 2016 dan 22% diantaranya adalah pemakai tetap, dan jenis Narkoba yang pertama digunakan dan paling banyak digunakan pada kalangan pelajar adalah Narkoba jenis Ganja, selanjutnya adalah penggunaan Lem, Shabu, Tramadol, Pilkoplo dan Narkoba lainya.

Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat pada acara ini dihadapan Walikota, DPRD Kota Sawahlunto dan SKPD Kota Sawahlunto yang ikut hadir pada acara ini juga menunjukan bahwa semakin banyaknya modus baru yang digunakan oleh pada Bandar untuk memasukan Narkotika ke Sumatera Barat baik pada Bandar Udara, Pelabuhan dan Jalur darat, terdapat banyak modus seperti pengunaan tas/koper yang dimodifikasi, dimasukan kedalam sepatu dan rambut palsu, ditelan, dimasukan kedalam anus dan alat vital, dibawa dengan truk yang telah dimodifikasi sehingga narkoba dapat disembunyikan serta modus memasukan narkoba kedalam makanan seperti kemasukan ke dalam kacang, semua modus tersebut dilakukan untuk mengecoh petugas, hal ini yang menjadi contoh bahwa kita semua harus waspada terhadap peredaran gelap narkotika yang mengancam Sumatera Barat.

Pada akhir acara Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat berpesan bahwa “baik buruknya negara dapat dilihat dari kualitas Pemuda, Karena Generasi Muda adalah penerus, pewaris Bangsa dan Negara” semua dapat dirubah dari diri sendiri dengan cara kita harus sadar dan berusaha merubah sikap agar kepribadian kita sesuai pribadi bangsa Indonesia. Mengamalkan nilai Pancasila dengan baik, meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan YME, yaitu dengan cara:

  1. Jiwa religius ketuhanan;
  2. Rasa kemanusiaan yang tinggi;
  3. Memiliki semangat Persatuan dan Kesatuan;
  4. Rasa Sosial Gotong Royong yang selalu meningkatkan kesejahteraan sisoal masyarakat.

    #STOPNARKOBA

SHARE
Previous articleCAR FREEDAY BNNK SAWAHLUNTO

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY