SEMUA NEGARA DUKUNG ASEAN SITF

0
324

Deputi Hukum dan Kerja Sama BNN, Arief Wicaksono yang juga menjabat Chairman  dalam pertemuan ASEAN Seaport Interdiction Task Force (ASEAN SITF) di Batam, mengatakan masing-masing delegasi dari negara di kawasan ASEAN memberikan dukungan yang positif untuk terbentuknya sebuah kerja sama yang lebih konkret dalam bentuk gugus tugas interdiksi pelabuhan laut.

Menurutnya, dari paparan semua negara yang sudah dilakukan, maka masalah yang paling mengancam  adalah peredaran narkoba melalui jalur pelabuhan laut.

“Dan saat ini memang secara resmi belum ada gugus tugas dalam menangani masalah interdiksi di pelabuhan laut”, imbuh Arief kepada tim Humas BNN RI, Rabu (20/7)

Karena itulah, dengan pentingnya kerja sama yang established atau tersistem dengan baik, maka Indonesia maju sebagai inisiator dalam hal pembentukan gugus tugas interdiksi pelabuhan laut di ASEAN.

“Output yang diharapkan dari pertemuan ini adalah saling tukar menukar point of contact dan kontak ini akan dibuat dalam satu list sehingga ketika ada informasi penyelundupan dari satu negara ke negara lain bisa dengan cepat saling memberitahu,” ungkap Deputi Huker ini.

Sementara itu outcome yang ingin dicapai adalah terjalinnya sebuah kerja sama yang terlembagakan, sehingga ada sistem yang harus dipatuhi bersama.

“Ketika kita melakukan proteksi pada negara sendiri, sudah otomatis itu akan memproteksi negara tetangga juga,” pungkas Arief usai memandu pertemuan hari pertama ASEAN Seaport Interdiction Task Force di Turi Beach Resort Batam.

B/BRP-70/VII/2016

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY